JUST SHARING SOMETHING

welcome

You can be the peanut butter to my jelly..You can be the butterflies I feel in my belly..You can be the captain And I can be your first mate..You can be the chills that I feel on our first date..You can be the hero And I can be your sidekick..You can be the tear That I cry if we ever split..You can be the rain from the cloud when it's storming..Or you can be the sun when it shines in the morning.........nur_erna2000@yahoo.com

Akibat Bermain Api


Curang ni memang mengingatkan aku pada zaman sekolah dulu. Cinta Monyet la katakan Perghhh... statement aku tak agak-agak.

Okay..okay... I admit, memang aku pernah sort of curang la jugak dulu (huhuhu), tapi curang yang aku citer sekarang ni lain.

Woh! Relax beb... Tapi nie cite lain beb.. Hehehe.

Banyak yang beranggapan curang itu nikmat. Di alam hayalan kecurangan itu nikmat namun disaat kesadarannya telah pulih maka batin menjadi tersiksa, penyesalan berpanjangan apabila perbuatannya diketahui oleh pasangannya. Tentu saja yang menjadi korban bukan hanya dirinya sendiri tetapi juga pasangan dan anak-anak yang tidak berdosa juga menjadi korban secara psikologi mengalami gangguan. Saranan saya, jangan bermain api. Nanti terbakar lu pikir la sendiri.



Pernah saya bertemu dengan seorang lelaki muda. Ia tidak dapat melupakan kekasih gelapnya namun ia ingin melepaskan diri darinya. Ia merasa malu pada isterinya, malu pada orang lain, kenapa dia boleh curang dengan perempuan lain. Ia merasa berdosa atas semua perbuatan yang dilakukan. Perbuatan itu sudah setahun dilakukannya. Pada dasarnya dirinya bukan lelaki yang mudah tergoda, pertemuan itu bukanlah disengaja, kebetulan ada kegiatan bersama dan kekasihnya.

Lantas mengapa kecurangan itu terjadi? Awalnya ia melakukan hanya ingin menunjukkan ego lelaki yang menganggap dirinya mampu mendapat perempuan yang lebih cantik dari isterinya. Dia melakukan itu kerana isterinya pekerja bawahan yang dianggapnya terlalu "KAMPUNG" dan telah merendahkan harga dirinya sebagai suami. Tetapi layanan isterinyaterhadap dirinya amat baik.,dirasakanya ada perubahan dari sikap isterinya, lebih banyak memberi perhatian dan meluangkan masa untuknya. Dia mula berasa dirinya kotor malah dirinya amat tersiksa, sakit dan merasa berdosa dan hina. Kemudian ia bertindak untuk meminta pendapat seorang sahabatnya 'Abang Ali, tolong bantu saya agar terlepas dari perasaan salah dan boleh kembali bersama keluarga.' Ucapnya penuh insaf dan tangis. Saya mengajaknya untuk memperbanyak istighfar. Memohon ampun kepada Allah dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Selanjutnya kami berdoa bersama.

Beberapa hari kemudian ia bersama isteri datang kembali ke Rumah Abang Ali. Keadaannya semakin baik, sedikit demi sedikit. Keluarga itu telah kembali aman dan bahagia. Semuanya bersyukur kepada Allah atas ujian yang telah dilalui dan kasih sayang Allah yang telah menyelamatkan keluarganya dari kehancuran. Subhanallah.

'Tanamkanlah kesabaran dalam menghadapi segala kesulitan, bencana dan kesengsaraan. Kesabaran merupakan akhlak yang mulia. Bersandarlah kepada Allah dan mintalah senantiasa perlindunganNya dari segala bencana dan penderitaan. Jangan berharap pertolongan dan perlindungan dari siapapun kecuali hanya kepada Allah.' (Ali bin Abi Thalib).

Wassalam.

0 comments:

MyLALink

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

MyAnniversary

Daisypath Anniversary tickers